sunset
Hosting - 29 Mei 2019

Jika Tak Lagi Jadi Ibu Kota, Nasib Bisnis Properti di Jakarta Apa Kabar?

Pemindahan ibu kota diprediksi tidak akan memengaruhi bisnis properti di Jakarta. Benarkah demikian?

Wacana pemindahan ibu kota bukan lagi menjadi hal baru. Konon, wacana tersebut sudah ada sejak pemerintahan Presiden Soekarno. Namun, kali ini pemerintahan Presiden Jokowi benar-benar akan mewujudkannya. Terbukti, baru-baru ini Presiden Jokowi telah meninjau sebuah kawasan di Kalimantan yang akan menjadi calon ibu kota baru Indonesia.

Mengapa ibu kota perlu dipindahkan? Salah satu alasannya untuk mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia bagian timur sehingga mindset pembangunan Jawa Centris akan berubah menjadi Indonesia Centris.

Pertanyaan baru pun muncul, jika ibu kota benar-benar dipindahkan, lantas bagaimana nasib Jakarta selanjutnya? Terutama mengenai bisnis properti di Jakarta.

Jakarta Tetap Menjadi Pusat Kegiatan Ekonomi

Jika Tak Lagi Jadi Ibu Kota, Nasib Bisnis Properti di Jakarta Apa Kabar?

Sumber : Hipwee.com

Beberapa pihak menyatakan bahwa pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan tak akan membuat bisnis properti di Jakarta merosot. Menurut Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, sekalipun ada ibu kota baru, Jakarta akan tetap menjadi pusat ekonomi terbesar di Indonesia.

Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh Mart Polman, Managing Director Lamudi. Mart mengungkapkan bahwa pasar properti di Jakarta sudah terbentuk. Belum lagi, keberadaan transportasi modern yang terkoneksi dengan hunian vertikal seperti MRT, busway, dan LRT.

Seperti yang diketahui, pembangunan infrastruktur khususnya di bidang transportasi bisa mendongkrak perkembangan industri properti. Mengapa demikian? Seiring majunya sarana transportasi di suatu kota, maka orang akan menyadari bahwa melakukan aktivitas reguler seperti pergi ke kantor atau sekolah pun semakin praktis. Selain praktis, menggunakan transportasi umum untuk beraktivitas dinilai lebih hemat daripada kendaraan pribadi.

Alasan di atas juga menjadi jawaban mengapa harga properti yang dekat dengan sarana transportasi umum memiliki nilai jual lebih tinggi .

Bisnis Properti di Jakarta Saat Ini

Jika Tak Lagi Jadi Ibu Kota, Nasib Bisnis Properti di Jakarta Apa Kabar?

Sumber : Antaranews.com

Baru-baru ini transportasi masal MRT (Moda Raya Terpadu) resmi beroperasi di Jakarta. Menurut pengamatan yang dilakukan oleh Jones Lang LaSalle, perusahaan layanan real estate komersial, mengatakan bahwa harga sewa properti di sekitar stasiun MRT tercatat naik hingga 20%. Termasuk harga sewa perkantoran dekat stasiun yang ikut naik hingga 20-30%. Selain itu, kehadiran MRT juga mendorong sejumlah toko ritel beroperasi di sekitar stasiun.

Sementara beberapa kawasan di Jakarta yang dilalui jalur MRT seperti Sudirman, Blok M, Fatmawati, Jalan Thamrin, dan TB Simatupang diprediksi harga tanah dan aset properti akan terdongkrak. MRT juga bisa menjadikan wilayah sekitar Lebak Bulus dan TB Simatupang menjadi daerah pusat perniagaan baru di Jakarta Selatan.

Hal ini tentu saja dikarenakan kehadiran MRT mampu meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat serta mengurangi waktu perjalanan.

Itulah ulasan singkat mengenai prediksi kondisi bisnis properti di Jakarta jika tak lagi jadi ibu kota. Berbicara mengenai properti, bagi Anda yang tengah mencari hunian baru untuk mengontrak atau kost, Anda bisa menggunakan aplikasi sewa properti, aplikasi pencari kost, aplikasi sewa apartemen yaitu Orento. 

Selain untuk penyewa, Orento juga menghadirkan fitur menarik untuk para pemilik properti. Jadi, jika Anda pemilik properti yang ingin mengiklankan, mengembangkan bisnis sewa, dan mengelola properti dengan mudah di dalam satu platform, Orento adalah solusinya. 

Bagikan artikel ini:
© 2018 Orento. All rights reserved